wilwatekta.com

KH Hasyim Asy’ari dan 154 Tahun Perjuangan Santri untuk Indonesia

Oleh: Aam Waro’ Panotogomo

WILWATEKTA.COM – KH Hasyim Asy’ari merupakan sosok ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam sejarah bangsa Indonesia. Lahir pada 14 Februari 1871-14 Februari 2025 di Jombang, Jawa Timur, beliau dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU) serta tokoh yang menggerakkan santri untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kini, 154 tahun sejak kelahirannya, pemikiran dan perjuangannya masih menjadi inspirasi bagi para santri dan umat Islam di Indonesia.

Sebagai seorang ulama, KH Hasyim Asy’ari menekankan pentingnya pendidikan pesantren sebagai pusat pengajaran Islam yang berbasis pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Pesantren yang beliau dirikan, yaitu Pondok Pesantren Tebuireng, menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terbesar di Indonesia hingga saat ini. Beliau juga mengajarkan pentingnya keilmuan yang berlandaskan pada pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an, Hadis, serta kitab-kitab klasik Islam lainnya.

Selain sebagai pendidik, KH Hasyim Asy’ari juga seorang pejuang. Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, beliau mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang menggerakkan ribuan santri dan ulama untuk berperang melawan penjajah. Resolusi ini menjadi salah satu pemicu perlawanan heroik dalam pertempuran 10 November di Surabaya, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari dalam membela tanah air tidak hanya terbatas pada era kemerdekaan. Nilai-nilai yang beliau tanamkan kepada para santri terus berkembang dan menjadi bagian dari karakter santri Indonesia hingga saat ini. Para santri tidak hanya menjadi penjaga ajaran Islam, tetapi juga berperan dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Kini, santri tidak hanya belajar di pesantren, tetapi juga turut serta dalam pembangunan nasional. Dengan semangat keilmuan dan kebangsaan yang diwariskan oleh KH Hasyim Asy’ari, santri menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan NKRI dan memajukan bangsa.

Memperingati 154 tahun KH Hasyim Asy’ari bukan sekadar mengenang jasa dan perjuangannya, tetapi juga meneladani nilai-nilai yang beliau ajarkan. Di era modern, santri diharapkan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam yang moderat, serta aktif dalam membangun bangsa melalui berbagai bidang.

Semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman) yang beliau tanamkan harus terus dihidupkan. Dengan meneladani perjuangan KH Hasyim Asy’ari, santri masa kini dapat menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih baik tanpa meninggalkan akar keislaman yang kuat.

KH Hasyim Asy’ari adalah sosok yang tidak hanya berperan dalam membangun pendidikan Islam, tetapi juga dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. 154 tahun sejak kelahirannya, warisan keilmuan dan semangat perjuangannya masih terasa dalam kehidupan santri dan umat Islam Indonesia. Oleh karena itu, santri masa kini memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan perjuangan beliau, baik dalam menjaga nilai-nilai Islam Aswaja maupun dalam membangun bangsa yang lebih maju dan bermartabat. (*)

Artikel Terkait