wilwatekta.com

Tafsir Lagu “Separuh Aku” dan Jeritan Emosi Ronggomania Mendengar Kabar Mundurnya Nasruddin Saat Persatu Terpuruk

Foto: facebook.com

WILWATEKTA.ID Kabar yang mengisyaratkan mundurnya Nasruddin Ali sebagai CEO Persatu Tuban dalam unggahan akun fesbuk-nya yang ditulis sebagai berikut:

8 tahun selalu di depan bersamamu. Kini saatnya untuk rehat, biar yang muda memimpin di depanmu. Meskipun aku tidak menghilang darimu, doa dan support akan selalu menyertaimu. Karena kamu selalu di hatiku dan selalu menjadi bagian hidupku.

–mendadak mengingatkanku pada sebuah lagu yang berjudul: Separuh Aku.

Lirik lagu yang dipopulerkan oleh Ariel Noah itu sungguh memberikan impresi yang sangat mashok sekali terhadap unggahan fesbuk lord Nasruddin yang mengisyaratkan berhenti menjadi CEO Persatu. Tidak percaya. Mari kita tafsirkan setiap lirik lagu Separuh Aku, lalu rasakan jiwa mangkel Anda sebagai Ronggomania—sebutan supporter Persatu Tuban meronta-ronta.

Dan terjadi lagi…

Kisah lama yang terulang kembali…

Sudah sejak dari dulu sepak bola itu erat sekali dengan politik. Siapa yang tidak tahu lord Nasruddin Ali. Blio adalah adik kandung Fathul Huda yang selama dua periode menjadi bupati Tuban. Selain masuk dalam jajaran ikatan keluarga penguasa, blio juga politisi PKB. Dan yang masih hangat sekali, blio merupakan calon bupati Tuban, meskipun akhirnya tidak jadi dicalonkan oleh PKB.

Lalu apa hubungan dengan lirik “dan terjadi lagi”? Nah kan, masih ada yang belum paham.

Ganti bupati, ganti manajemen. Dan terjadi lagi.

Semua tahu sebentar lagi Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein akan segera mengakhiri masa jabatannya. Tepatnya 20 Juni 2021 nanti. Selanjutnya digantikan oleh bupati terpilih Aditya Halindra Faridzky dan wakil bupati terpilih yang diusung oleh Partai Golkar, Demokrat, dan PKS.

So, ya beratlah kalau masih terus bertahan menjadi CEO Persatu, sementara tidak lagi menjadi bagian dari penguasa. Bahasa halusnya pakewuh. Toh dulu juga sama. Sebelum lord Nasruddin, siapa toh CEO Persatu Tuban? kok lupa saya. Yang jelas bukan dari PKB, kan ya?

Nah kan, hawa-hawanya–dan terjadi lagi Kisah lama yang terulang kembali… Ganti bupati, ganti manajemen.

Janjane Persatu ini miliki siapa toh? Persatu bukan partai politik, kan ya?

Kau terluka lagi…

Dari cinta rumit yang kau jalani…

Sebagai orang yang mencintai Persatu, tentu hati dan perasaan ini sangat terluka jika mengetahui kisah lama yang terulang kembali. Ini ibarat cintamu terhadap Persatu. Rumit. Tapi tetap harus kau jalani. Dan akhirnya aku hanya bisa berdoa: Semoga dari cinta rumit yang kau (Ronggomania) jalani ini segera menemukan solusi.

Aku ingin kau merasa…

Kamu mengerti aku mengerti kamu…

Aku ingin kau sadari…

Cintamu bukanlah dia…

Jika Persatu adalah entitas yang bisa bicara, saya yakin dia akan berkata kepada Ronggomania:

Persatu: “Aku ingin kau merasa (bahwa aku lebih sakit dari yang kau rasakan. Jika kamu hanya merasakan kecewa kepada mereka, yang menurutmu tidak bisa mengelola sepak bola dengan baik, aku lebih sakit dari itu, supporterku. Selama ini aku belum pernah mendapatkan orang-orang yang merawatku secara tulus—tanpa sebuah kepentingan politik yang harus dibawa. Aku ibarat tawanan yang hanya dibutuhkan saat mereka butuh suara. Dan itu sakit. Untuk itu, kita harus sama-sama mengerti. Mari kita bernyanyi: Kamu mengerti aku mengerti kamu).”

Ronggomania: “Benar katamu dulu, Persatuku. Bahwa aku terlalu berharap lebih darinya. Setelah kisah lama itu kembali terulang dan terjadi lagi, sekarang aku sadar. Seperti katamu, aku salah berharap lebih darinya. Harusnya aku percaya kepadamu, Persatuku. Cintaku bukanlah dia, tapi kamu, Persatuku.”

Dengar laraku…

Suara hati ini memanggil namamu…

Karena separuh aku…

Dirimu…

Meski kecewa dan lara atas nasib Persatu yang semakin tidak jelas. Namun yang pasti, suara hati ini tetap memanggil namamu (Persatu). Karena separuh aku (Ronggomania) dirimu (Persatu). Keduanya sudah menyatu dalam semangat yang sama. Selama bola masih bulat, Ronggomania akan tetap lantang dan memadati tribun-tribun stadion saat Persatu Tuban bertanding. Tapi kapan? (emoticon sedih dengan air mata yang mulai menetes).

Ku ada di sini

Pahamilah kau tak pernah sendiri

Karena aku selalu

Di dekatmu saat engkau terjatuh

Meski sedih melihatmu terpuruk dan tidak jelas nasibnya. Tetapi, sebagai Rongomania sejati, aku tetap ada di sini—mendukungmu (Persatu). Pahamilah kau tak pernah sendiri, karena aku selalu di dekatmu saat engaku terjatuh seperti sekarang ini–tidak jelas nasibmu setelah terdegradasi ke liga 3 Asprov PSSI Jatim, yang nanti akan bermain bersama adikmu sendiri, Bumi Wali FC.

Dan akhirnya, kita ambil gitar lalu lanjut bernyanyi.

Aku ingin kau merasa…

Kamu mengerti aku mengerti kamu…

Aku ingin kau sadari…

Cintamu bukanlah dia…

Dengar laraku…

Ronggomania megapon memanggil namamu…

Artikel Terkait