wilwatekta.com

Ramai Kecam Film “Vina: Sebelum 7 Hari”: Lebih Baik Kasus Pembunuhan 8 Tahun yang Belum Beres

Ilustrasi: Diambil dari akun facebook, Kayangan Telaga Biru pada, Sabtu (18/05/2024)

Ilustrasi: Diambil dari akun facebook, Kayangan Telaga Biru pada, Sabtu (18/05/2024)

WILWATEKTA.COM – Film  “Vina: Sebelum 7 Hari” yang disutradarai Anggy Ummbara hari-hari ini telah menjadi perbincangan hangat. Film horor produksi Dee Company ini telah meraih tiga juta penonton per 15 Mei 2024. Saking viralnya, banyak komentar berseliweran, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Beberapa netizen berkomentar bahwa kasus Vina tidak layak untuk difilmkan, ada juga yang setuju. Karena kasus pembunuhan Vina (16) dan Muhammad Rizky (16) selama 8 tahun belum tuntas. Dua sejoli tersebut telah dibunuh oleh geng motor secara keji. Tiga pelaku pembunuhan yang disinyalir belum tertangkap, diduga salah satunya adalah anak dari aparat kepolisian. Kisah pembunuhan Vina, gadis asal Cirebon, Jawa Barat. Selain dibunuh, Vina juga diperkosa secara bergiliran pelaku hingga akhirnya meninggal di lokasi kejadian.

Atas rilisnya film “Vina: Sebelum 7 Hari” tersebut menuai pro-kontra. Banyak komentar nyiyir antara keluarga pelaku, atau pihak kepolisian yang malu tidak bisa ngungkap kasus tersebut. Sehingga film tersebut mendapat hujatan netizen. Ingat bahwa dalang utama belum tertangkap, ini bukti dia orang kuat. Terlepas seberapa kuat pelaku belum tertangkap. Namun setelah film tersebut rilis, banyak komentar dan tagar boikot fim “Vina: Sebelum 7 Hari.” Ini mengindikasikan bahwa ada oknum buzer yang mencoba membangun opini kontra.

Kalau ada yg setuju film ini diboikot, clear bahwa  termakan isu, atau malah ada oknum yang sudah dibayar menyebarkan isu boikot. Seharusnya netizen mikirnya begini “yang ngecam pasti kluarga pelaku karena takut kasusnya terbongkar dan penegak hukum malu. Karena tak mampu mengungkap atau menangkap semua pelaku.” Coba lah netizen yang budiman lebih bijak dalam menggunakan jari, komentarnya lebih kritis dan logis. Jangan hanya pandai menghujat. Keluarga korban sedih tahu, ngerti komentarnya pada ngasal.

Padahal film ini untuk pembelajaran, kepada anak muda. Bahwa berteman dengan siapapun harus hati-hati. Apalagi bergerombol dengan para gangster yang jarang peduli aturan. Otomatis dekat dengan pelanggaran hukum. Toh juga ndak ada untungnya ugal-ugalan sambil caper cari musuh. Yang ada bikin susah masyarakat dan keluarga

Vina adalah sebagian kasus yang telah muncul dipermukaan. Bisa saja di luar sana ada kasus serupa, yang itu lepas dari pengawasan penegak hukum. Untuk masyarakat dunia maya, perlu anda ketahui bahwa “hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah” itu sudah bukan lagi rahasia umum di negeri amplop. Yang tidak punya uang tenggelam dan susah mendapat keadilan. Beda halnya orang yg punya uang and kekuasaan, pasti cepet ditangani.

Film Vina adalah sebagian contoh yang harus menjadi diskursus masyarakat Indonesia secara luas. Jangan sampai terjadi kasus serupa. Seharusnya memberikan komentar positif, mendorong aparat penegak hukum untuk melanjutkan investigasi kasus tersebut. Sehingga 3 pelaku yang belum tertangkap, segera ditemukan. Agar keluarga, teman dan orang terdekat Vina merasa aman dan nyaman. Ingat bahwa pelaku utama masih berkeliaran bebas.

Lembaga Sensor Film (LSF) seharusnya berusaha membantu pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus Vina ini dan film tersebut besar kemungkinan untuk dijadikan “Bukti atau Petunjuk” dalam proses mengungkapkan dan menemukan pelaku utama. Janggal aja, masak ia? Selama 8 tahun pihak kepolisian belum bisa nemuin 3 tersangka, polisi gitu loh. Punya alat-alat pendeteksi atau investigasi yang canggih, siap 86.

Pihak kepolisian juga punya para ahli yang siap memberi referensi keilmuannya. Trus kenapa bisa sampai 8 tahun? Apa ia itu balik lagi ke polisinya? Karena seperti biasanya, polisi itu pake narasi “No Viral No Action.” Sekelas FS aja bisa dijeblosin ke penjara, lah ini gangster. Apa iye, sulit ditemukan

Netizen jangan hanya fokus pada opini yang membungkam kebenaran. Karena Film Vina ini juga harus viral dan kasusnya segera terselesaikan. Minimal komentar anda membantu keluarga Vina mendapatkan keadilan. Selain itu, aparat penegak hukum menemukan bukti-bukti baru. Sehingga pelaku yang masih berkeliaran segera ditangkap. “Jangan sampai terjadi kasus Vina yang lain.” (*)

Artikel Terkait