wilwatekta.com

PMII Makibra Bagikan Sembako di Desa Ngrejeng, Roviq Wahyudin: Saatnya Mahasiswa Turun Tangan

WILWATEKTA.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Makhdum Ibrahim melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Gerakan Sosial (GERSOS) di Desa Ngrejeng, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini mencakup observasi langsung, pendataan masalah sosial, dan distribusi bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan. Pendistribusian bansos itu dilakukan pada,Minggu (19/01/25).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial di masyarakat. Ketua Komisariat Makhdum Ibrahim, Roviq Wahyudin, menegaskan pentingnya peran mahasiswa tidak hanya berbicara teori, tetapi juga melakukan aksi nyata. “Kegiatan ini tidak hanya ajang untuk berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kerjasama masyarakat dan mahasiswa dalam menciptakan solusi yang baik,” ujarnya.

Selama observasi di Desa Ngrejeng, tim PMII menemukan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk kondisi lansia, yatim piatu, janda, dan warga kurang mampu. Salah satu penerima bantuan adalah Bu Tunik, seorang lansia dengan gangguan pendengaran yang tinggal sendiri tanpa keluarga dan bergantung pada bantuan tetangga.

“Bu Tunik tinggal sendiri, tidak punya siapa-siapa, dan sudah tidak bisa mendengar dengan baik,” ungkap Pak Kusin, Ketua RT 01 RW 01. Kisah seperti Bu Tunik menjadi cerminan kondisi sosial yang menjadi perhatian utama PMII dalam program ini.

Bantuan yang diberikan berupa sembako seperti beras dan kebutuhan pokok lainnya. Total bantuan sosial ini disalurkan kepada warga di tujuh RT di Desa Ngrejeng. Program ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Gersos yang dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2025 pukul 16.00 WIB.

“Semoga dengan sedikit apa yang bisa kami berikan, masyarakat Desa Ngrejeng dapat merasakan manfaatnya,” imbuh Roviq Wahyudin. Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa sebagai kader PMII dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat marginal, khususnya Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen PMII dalam menjawab berbagai persoalan sosial melalui pendekatan langsung ke masyarakat. “PMII harus menjadi penggerak bangsa dalam membangun ide-ide baru untuk merespon kebutuhan zaman dan memberikan solusi nyata bagi problematika masyarakat,” tegas Roviq.

Dengan semangat dan kesadaran yang dimiliki oleh kader PMII Komisariat Makhdum Ibrahim, kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat dan mahasiswa lain untuk terlibat dalam aksi-aksi sosial yang bermanfaat. Melalui Gersos, PMII ingin membuktikan bahwa mahasiswa mampu menjadi jembatan perubahan yang diharapkan masyarakat.

Di akhir acara, suasana haru menyelimuti momen penyerahan bantuan kepada warga. Selain memberikan dampak positif, kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat hadir sebagai solusi konkret untuk membantu dan memberdayakan masyarakat. Semangat kebersamaan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan perubahan dan harapan yang lebih baik untuk masyarakat Desa Ngrejeng. (*)

Artikel Terkait