wilwatekta.com

PERNYATAAN SIKAP: BEM PTNU JATIM

Ilustrasi: Wilwatekta.com

“Badan Keperempuanan BEM PTNU Se-Jawa Timur”

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kami tegaskan bahwa permintaan maaf Gus Elham,  tidak cukup. Bahwa perilaku eksploitasi anak dan pelecehan telah melukai hati masyarakat. Sudah jelas perbuatan tersebut menyalai norma agama dan hukum. Ini adalah luka yang harus diobati, bukan ditutupi!

Kami, Badan Keperempuanan BEM PTNU Se-Jawa Timur, menyatakan kemarahan, kekecewaan dan keprihatinan mendalam. Atas tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh Saudara Elham. Yang secara terang-terangan mencium paksa anak-anak perempuan di depan publik.

Tindakan tersebut bukan sekadar “ketidaksopanan”, melainkan pelanggaran etika, kegagalan adab dan bentuk nyata penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) di hadapan publik.

Perilaku seperti ini tidak bisa dibungkus dengan narasi kasih sayang. Ini bukan kasih, ini pelecehan yang diframing sebagai kebaikan.

Dan lebih dari itu, akibat kejadian tersebut. Akan menjadi stigma buruk bagi publik – yang telah lama menaruh hormat setinggi-tingginya terhadap simbol-simbol keagamaan.

Mari bicara jujur.

Sebagian dari kita mungkin diam karena ewuh pakewuh, takut dianggap “kurang ajar kepada Gus”, atau khawatir dianggap merusak nama baik Gus.

Kami tegaskan: hentikan pengkultusan panggilan gus atas nama agama!

Sikap diam di hadapan penyimpangan bukan menjaga nama baik agama, melainkan mengkhianati khittah dan prinsip dasar bergama itu sendiri.

Kami bersuara bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk menjaga marwah dan kehormatan. Yakni dari perilaku segelintir oknum yang mencoreng nilai-nilai luhur agama Islam.

Beragama islam yang baik, harus mempunyai pijakan untuk menjaga tradisi kritis, tabayyun dan ishlah (perbaikan).

Mengkritik Elham adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar.

Diam saat kemungkaran terjadi di rumah sendiri adalah kemunafikan yang sesungguhnya.

Tuntutan BEM PTNU Jatim Jelas dan Tegas!

Video permintaan maaf yang dibuat setelah viral bukanlah bentuk tobat sejati — melainkan sekadar strategi humas untuk meredam kemarahan publik.

Ia tidak menghapus luka moral dan contoh buruk yang telah dipertontonkan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, kami menuntut langkah tegas dari penegak hukum dan PWNU Jatim:

Pertama, PBNU dan PWNU Jawa Timur Wajib Bertindak Tegas!

Berikan sanksi adab dan organisasi kepada Saudara Elham.

Jangan lindungi oknum!

Kedua, Elham Harus Menepi!

Kami menuntut agar Saudara Elham mundur dari seluruh aktivitas dakwah dan panggung publik.

Ketiga, stop normalisasi dan pembelaan buta!

Kepada seluruh kader NU, mahasiswa dan masyarakat: jangan diam!

Jangan memberikan toleransi terhadap perilaku seperti ini dengan dalih solidaritas atau rasa hormat.

Kita harus menjadi garda terdepan melawan predator moral dan penyimpangan adab, bukan justru membelanya atas nama “keluarga besar”.

Penutup

NU tidak boleh menjadi tempat aman bagi pelaku pelanggaran etika.

Kecintaan kami kepada NU justru menuntut kami untuk menjaga kemurnian adab, akhlak dan marwahnya.

Menegur bukan berarti membenci, justru karena kami mencintai NU, kami tak rela ia dinodai oleh kelakuan buruk yang dibungkus karisma.”

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tertanda,

Badan Keperempuanan BEM PTNU Se-Jawa Timur

Koordinator: Mega

Artikel Terkait