wilwatekta.com

Penjajahan Sesama Anak Bangsa: Korupsi Dianggap Hal Biasa, 300 Trilliun Juga Gak Papa!

Ilustrai: Pixabay.com

Ilustrai: Pixabay.com

“Kita ingat, yang direduksi oleh pejabat kita adalah perilaku neofeodal-neoliberalisme ekonomi. Hal itu pernah dilakukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) adalah kongsi dagang terbesar asal Belanda yang pada abad ke-17. Meraka datang untuk berbisnis, menjarah kekayaan negara dan membayar pekerja dengan sesukanya. Namun dikorupsi oleh pejabat Konoha. Ya memang ada penjajahan keji dari Belanda, tapi apa gak lebih keji anak bangsa yang menjajah negerinya sendiri. Kelakuan menyengsarakan saudara sendiri”

WILWATEKTA.COM – Terlalu banyak dan kuat pendukung para pemodal. Korupsi di PT Timah Tbk, puluhan tahun baru terbongkar. Bahkan data terbaru yang dirilis oleh Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) ST Burhanuddin mengungkap kerugian negara dalam kasus tersebut bertambah mencapai Rp 300 trilliun. Yang sebelumnya kisaran Rp 271 trilliun. Perkembangan kasus tersebut disampaikan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (29/5/2024). Melihat kasus ini membuat dada kita cukup sesak, bayangkan aja. Kasus ini adalah, kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah di negeri Konoha. Minoritas kayak kita, hanya bisa ngelus. Kita sedikit berbicara saja, salah-salah malah dianggap musuh negara. Jadi, tinggal nunggu orang yang baik, kuat, cerdas, berani melawan tindakan-tindakan yang merugikan negara. Pertanyaan nya. “Siapa, apa ada?”

Orang yang selalu merasa kurang, bisa dipastikan serakah. Padahal digaji oleh negara. Bagaimana nasib rakyatnya, yang membayar pajak? Miris lihatnya. Gak ada jerahnya penjarah kekayaan negara Konoha. Kalaupun ada hukuman mati, lebih setimpal. Misal ada, begitu ketangkep langsung dor ditempat, kayak film koboy kira-kira. Lah ini para koruptor dijemput, besar kepala dah. Coba deh mikir para petani pada gagal panen gak punya uang buat biayain sekolah anak. Nelayan hasil tangkapan harganya hancur. Kenapa sih, yang populis dan untuk kepentingan rakyat gak terkelola denga baik. Rakyat Konoha bosen liat TV, media, tiap hari isinya berita korupsi mulu. Menteri pertanian juga gila-gilaan korupsi. Buat hedon sama keluarganya. Biduannya juga asoy. Kita ini kayak gak guna jadi rakyat, suruh liat sinetron FTV terus. Hanya dipermukaan yang baik. Ujun-ujungnya bikin sarangheo.

Rakyat sudah bisa nebak, paling cuma dipenjara 5 tahun. Nganggur ongkang-ongkang kaki dalam rutan, sambil mendapat segala hal yg dia inginkan. Terus bebas, hidup damai dengan sisa uang yang ada. Enak bener hidup lho. Klo dah 5 tahun masyarakat dah lupa akan kezalimannya. Terus dicontoh lagi ama pejabat lain, korupsi lagi. Gitu aja terus sampai Sun Go Kong turun ke bumi.

Tenang bestie, nanti gak akan ada lagi korupsi, katanya gaji pejabat mau dinaekin, biar gak pada tergoda buat korupsi, itu kata presiden terpilih. Narasi nya “Dizaman Pak De Wowo selama 2 periode, kasus korupsi banyak ditindak.” Seolah-olah itu sebuah prestasi, padahal sama aja, malah keliatannya makin parah menjamurnya.

Apalagi yang mau dibahas, kan belum ada kesempatan. Selagi bisa, korupsi aja segede-gedenya, biar bisa tidur nyenyak dan kenyang. Toh hukum bisa diatur, siapa yang mau diangkat (kasus), siapa mau nulis tentang hukum, berarti beserta seluruh perangkatnya. Bisa dipastikan, mudah ditebak.

Contoh aja ni, banyak kementerian dan BUMN tertentu di gaji lebih tinggi. Tujuannya agar gak korupsi. Kerja tulus untuk negeri, berprestasi dan gajinya halal untuk anak-istri. Moga aja kayak gitu bener. Kalau toh masih ingin jarah kekayaan negara, solusi terbaik, kenapa tidak coba hukuman mati aja. Klo hanya dihukum tahunan, hanya kapok lombok, ada kesempatan sikat lagi aset negara.  Kita sebagi rakyat bukan gak optimis, masalahnya masih gak percaya sama hukum yang masih gak bener-bener tegak. Saran saya, coba koruptor dihukum sampai 2045, saya pikir cukup. Biar kondisi negara semakin baik. Sangat yakin korupsi bersih di Konoha.

Ini saran dari kaum minoritas lho ya. Jangan diambil hati. Hehe

Siapa yang ndak tahu, sebenarnya akar permasalahan bangsa 78 tahun merdeka adalah politik oligarki. Parpol yang disokong oleh pemodal. Karena yang masuk pada kursi, legeslatif, eksekutif dan yudikatif. Semua ada yang modalin. Bisa dipastikan, para pejabat ini akan tunduk pada pemodal.  Bisa dibilang, penjajahan sesama anak bangsa masih terjadi saat ini.

Tahun 1945-1965 perebutan “kekuasaan” parpol berakhir pertumpahan darah antar sesama anak bangsa, yang di lakukan oleh Partai Komunis saat itu, banyak menelan korban sesama anak bangsa. Gara-gara konspirasi Danzo dengan pasukan Anbu, rakyat kecil tak berdosa sampai pemimpin ninja Konoha mati sia-sia.

Ternyata selama 78 tahun setiap tanggal 17 Agustus di istana acara megah yang di rayakan oleh pemimpin-pemimpin. Yang di pilih oleh parpol pun, bak para penjajah yang memakan hasil keringat rakyat untuk memperkaya partainya. Hasilnya untuk membuat usaha yang menggurita, industri, perdagangan, pertambangan, kelautan dan pertanian. Semua dikuasai oleh mereka. Semua usaha yang dibangun oleh politikus adalah untuk menguasai hajat hidup rakyat.

Kemudian 2024 kembali peranan parpol semakin memproklamirkan bahwa kekuasaan itu bisa dibeli dengan sembako dari anggaran negara dan Goyang Joget, yang melegalkan kemenangan Capres dan Cawapres. Sebenarnya sudah terjawab dengan jelas bahwa sumber masalah bangsa ini adalah parpol, lalu lembaga negara namanya DPR dan politikus yang mewakili rakyat membuat UU untuk kepentingan parpol dan korporasi. Parahnya, diatas namakan rakyat.

Lalu pertanyaan baiknya adalah;

Bagaimana memperbaiki Negara Konoha dari hulu ke hilir kekuasaan politik yang sudah menghabiskan semua kekayaan alam nya. Namun rakyat masih terjajah dan miskin oleh para pemangku kebijakan?

Meskipun koruspsi merugikan negara, ketangkap dan menjalani hukuman dilapas dikasih ruangan mewah, uang hasil korupsi pun masih sisa banyak walaupun dah dipotong sana-sini. Udah gitu, setiap tahun dapat remisi banyak, jalan-jalan aja bisa, setelah keluar masih bisa mencalonkan lagi dan menjabat. Luar biasa nikmat surga wakanda bagi koruptor.

Korupsi, suap, gratifikasi dan lain-lain. Sudah mendarah daging di Konoha. Hampir semua sektor yg melibatkan pemerintah pasti ada korupsi. Semangat korupsi, santuy aja,  namanya koruptor itu klo ketangkap. Klo belum ketangkap masih pejabat, karena untuk bisa korupsi, harus jadi pejabat. Main yang cantik kawan.

Apapun ceritanya, apapun judulnya, selama UU pembuktian dan memiskinkan koruptor tidak diterapkan dengan baik. Jangan harap negara Konoha bisa maju dan sejahtera. Saya berani jamin Konoha akan seperti lagu Syahrini, maju mundur, maju mundur, syantik-syantik.

Setelah nulis, “Penjajahan sesama anak bangsa: korupsi dianggap hal biasa, 300 trilliun juga gak papa!.”  Saya jadi mikir, yg menjajah anak bangsa adalah, pejabat bangsa sendiri. Karena mereka tidak punya jati diri untuk membela negeri. Kita ingat, yang direduksi oleh pejabat kita adalah neofeodal-neoliberalisme ekonomi. Hal itu pernah dilakukan VOC, VOC adalah nama perusahaan, mereka datang untuk berbisnis dan membayar pekerja. Namun dikorupsi oleh negeri pejabat Konoha. Ya memang ada penjajahan keji dari Belanda, tapi apa gak lebih keji anak bangsa yang menjajah negerinya sendiri. Kelakuan menyengsarakan saudara sendiri. (*)

Artikel Terkait