wilwatekta.com

Laku Humanisme dan Pluralisme Gus Dur

www.bbc.com

Berbuat baiklah dengan sesamamu maka orang tidak akan pernah bertanya apa agamamu” (Gus Dur)

WILWATEKTA.ID – Gus Dur memiliki perawakan yang santai dan santun, beliau selalu bisa membuat lelucon-lelucon yang membuat banyak orang bertanya-tanya apa di balik lelucon dan perkataanya. Gus Dur selalu membuat suasana orang tertawa lepas di dekatnya. Dari apa yang terkandung dalam pesan leluconnya kadang menjadi sebuah jawaban, kadang juga menjadi sebuah pertanyaan. Tentunya pertanyaan dan jawaban atas persoalan bangsa ini. Gus Dur manusia unik yang sangat sulit tebak laku hidupnya.

Gus Dur selalu di kenang sebagai pejuang HAM yang sangat menjunjung tinggi sifat humanis (memanusiakan manusia). Di mana orang mencari perlindungan dan keadilan di situlah beliau hadir. Gus Dur selalu berpesan bahwa, “berbuat baiklah dengan sesamamu maka orang tidak akan pernah bertanya apa agamamu”.

Saya menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Gus Dur tidak serta merta tanpa tendensi apapun. Pesan beliau sampai pada hari ini masih kuat di ingatan semua orang yang mengidolakanya. Kita semua ingat betul bahwa Gus Dur adalah sosok pemikir yang tangguh dan pantang menyerah dalam menghadapi persoalan bangsa ini. Disaat politik negeri ini carut-marut, amoral dan penuh intimidasi. Gus Dur terjun didalamnya untuk merubah suasan tersebut. Ia tidak pernah takut dengan tantangan yang telah menunggu.

Gus Dur mencurahkan hidupnya untuk kesatuan bangsa ini dan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Di benak kita Gus Dur di kenal sebagai pejuang pluralisme, beliau bisa bergaul dengan struktur masyarakat bermacam-macam. Bagi Gus Dur NKRI harus di jaga dengan rasa kasih sayang dan saling menghormati satu sama lain. Berbagai ras, suku, agama dan budaya bangsa ini menjadi satu kekayaan yang harus di jaga dengan semangat persatuan. Karena bagi Gus Dur hidup dengan cinta kasih lebih berarti dari pada menjalani hidup dengan pertumpahan darah.

Sebagai tokoh Islam-NU, Gus Dur tidak pernah ragu apa yang menurutnya benar. Walaupun banyak hujatan yang diterima, beliau tidak bergeming untuk memperjuangkan kaum minoritas untuk memperoleh haknya sebagai warga negara. Karena secara konstitusional semua warga negara harus di perlakukan sama dan tidak ada diskriminasi. Gus Dur mengatakan bahwa perlunya tiga nilai universal, “kebebasan, keadilan dan musyawarah, untuk menghadirkan pluralisme.”

Menurut M. Hanif Dhakiri dalam bukunya, 41 Warisan Kebasaran Gus Dur. Ideologi pluralisme yang di bawa Gus Dur sepenuhnya berdasarkan pemahaman terhadap ajaran Islam dan tradisi keilmuan NU. Pertama, prinsip pluralisme secara tegas diakui di dalam kitab suci Al-Quran secara tegas mendeklarasikan bahwa pluralitas masyarakat dari segi agama, etnis, warna kulit, bangsa dan sebagainya merupakan sebuah keharusan sejarah yang menjadi kehendak Allah. Kedua, nalar keagamaan NU sepenuhnya di bangun atas spirit pluralisme. NU mengikuti tradisi pemikiran madzhab yang menjadi pilar tegaknya peradapan (hlm 107).

Bagi sebagian orang menganggap bahwa pemikiran Gus Dur di luar batas orang pada zamannya. Dikala belum banyak orang berbicara tentang pluralisme, beliau lantang menyuarakan perdamaian dengan pluralismenya. Gus Dur berasumsi bahwa pluralisme adalah menifestasi dari Islam yang rahmatan lil ’alamin. Karena Islam tidak pernah mengajarkan kita saling menyakiti dan menindas terhadap kaum minoritas. Dari pemikiran Gus Dur, kita telah di warisi indahnya hidup berdampingan, saling menghargai dalam satu naungan rumah besar NKRI dan mayoritas harus menjadi pelindung minoritas. Dari apa yang sudah di wariskan oleh Gus Dur, kita semua wajib napak tilas.

Tidak lain yang dimaksud adalah, kita sebagai generasi selanjutnya wajib melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan oleh Gus Dur. Menciptakan rasa aman dan saling menghargai antar sesama umat beragama dengan berbagai lapisan. Tentu dengan prinsip dan kepercayaannya masing-masing, tanpa mencampuradukkan dengan berbagai kepentingan untuk mencapai tujuan antar golongan. Maka dengan semangat inilah kita bisa melanjutkan dan mengamalkan apa yang sudah di perjuangkan oleh Gus Dur untuk menjaga ke utuhan NKRI. (*)

Artikel Terkait