wilwatekta.com

Keminfo Lambat Bergerak, Judi Online Makin Merebak: Kasus Perceraian Ikut Bergerak

WILWATEKTA.COM – Hari ini netizen sedang ramai membahas kasus istri bakar suami. Akibat Judi Online (judol). Sebelum masuk ke masalah hukumnya, kita juga harus menilik masalah si istri. Kenapa dia melakukan itu. Dia sedang dalam kondisi apa? Karena setahu saya dia baru melahirkan jadi mungkin sekali terjadi baby blues pada si ibu. Memang segala kejahatan seperti apapun tidak dapat dibenarkan. Namun kita pelajari lagi selain psikis si ibu. Apa yang sudah dilakukan si suami. Judol? KDRT? Dari sini kita bisa menarik lagi benang merah, kenapa judol masih marak? Kenapa KDRT masih banyak?

Klo memang kasus tersebut murni judol, Keminfo (Budi Arie Setiadi) Ngaco, nyinggung gender (sering keceplosan). Pejabat, tiap ada kasus lama banget ngurusnya, klo udah didesak masyarakat, buatlah satgas. Gitu terus, banyak amat satgas. Kaya struktur kenegaraan saking sibuknya ata emang gak guna? Kurang banyak anggarannya atau gimana? Atau cuma mau cari tambahan dari jabatan doble. Anggaran lagi neeeh!!!

Mungkin pak menteri lagi cape, gak sengaja keceplosan ngomong begitu. Bisa jadi aslinya lebih baik dari yang kita kira. Betul judol harus dibasmi tuntas bukan hanya ditekankan dan didiskusikan saja. Contoh aja Kabupaten Bojonegoro, 971 kasus perceraian. Itu akibat suami kecanduan judol dan pinjol.

Gak pernah merasa hopeless ngurus rumah ya pak? Saya gak membenarkan pembunuhan, tapi tolong pahami dulu kasusnya. Kasus-kasus broken home yang trend hari ini adalah akibat judol. Rumah tangga damai aja tetap bisa menimbulkan perasaan sepi dan tak berdaya, apalagi kalo udah ngawur gara-gara judol. Tolonglah, jadi pejabat agak pinter dikit gitu.

Pak Menteri yth, anda tidak akan pernah ada diposisi sang ibu. Jadi tidak akan pernah paham, makanya ngomong kaya begitu gak ada beban. Anda tidak akan pernah tahu payahnya hamil anak kembar 9 bulan, sakitnya melahirkan, lelahnya mengasuh newborn, pemulihan yang menyedihkan. Masih ditambah lagi pasangan yang demen judol. Anda mana paham pak. Gaji anda utuh, anda punya sederet ART, gak excited, nungguin gaji ke 13 buat menyambung hidup, dan Lebih tepatnya lagi pasangan anda masih di jalur yg benar gak terlibat judol. Hidup anda lebih baik. Tolong jangan ngatain orang lain kejam. Ucapan anda jauh lebih kejam.

Selain itu, Keminfo kerjanya lamban. Sudah beberapa kali ganti Keminfo, sinyal di kampung gua masih bapuk semua provider, apalagi ngurusin judol. Wkwkwk.

Kok merasa kayak susah aja yah berantas judol, padahal gampang. Kan semua terkoneksi dengan Bank, sistem online. Tinggal cek di Bank aja nama-nama yang ada di situs judol lalu blacklist. Itu juga klo mereka mau berantas. Yah klo setoran gede nanti dulu berantas nya. Masa bodoh masa depan bangsa kocar-kacir.

Segera tutup situsnya atuh biar gak nambah korban karena judol. Jangan salah kan wanita atuh pak, cari uang susah, kebutuhan bertambah, pengeluaran makin terhimpit, coba bapak jadi orang yang bekerja dengan gaji pas-pasan. Eh, dipakai main judi, apa gak pusing bini. Adeh si bapak nasib berbeda-beda.

Mungkin bisa lebih berempati bapak, pasti ada trigger dari istri, ekonomi belum stabil. Tapi digunakan utuk judol. Judol dan pinjol meresahkan. Udah gitu, iklannya kenceng banget. Jangan lupa deh bestie kita saling mengingatkan.

Yang paling sedih sih pakai pinjol bukan karena kebutuhan primer, tapi manage uang malah untuk beli barang dan hidup hedon. Jujur aja miris. Coba deh kenakan sanksi/denda 5x lipat dari uang yang diterima. Bagi yang buat konten dengan judol bisa disanksi juga. Muak liat konten yang ada pamflet judolnya. Ngeri kan pak? Makanya jangan macem-macem sama perempuan yang teraniaya, kalo udah bertindak, setan juga sujud di depannya.

Sebenarnya kita tahu, Keminfo punya kemampuan memblokir judol dan pinjol. Masyarakat doyan judi, mau di larang/blokir gimanapun yang maen pasti cari cara terus. Harus di beri peraturan main judi bisa kena pidana. Parah-parah sudah bukan darurat lagi, tapi banyak yang hancur, mati hidupnya gara-gara judol dan pinjol. Istri dan anak-anak perempuan bapak kejam juga tidak Pak?

Menteri komunikasi tidak paham latar belakang masalah sesungguhnya, menggunakan kata-kata yang menyinggung salah satu gender padahal ibu ini juga korban Pak. Bisakah lebih bijak untuk berbicara. Perempuan adalah mimpi buruk yang abadi bagi lelaki, tetapi dia juga satu-satunya sumber kebahagiaannya.

Pak bukan conten nya yang harus ditake down. Tapi situsnya atau bahasa kerennya link nya…gak paham juga..webnya..itu yang harus dinon-aktifkan. Keminfo lacak..klo hanya content yang ditake down. Apa guna?

Coping mechanism bapaknya: bilang perempuan lebih kejam dari laik-laki. Karena polwan bunuh suaminya, gak capable untuk menurunkan angka judol, malah bicara aneh-aneh. Terlalu banyak argumen bapak ini yang bikin greget.

Yang dipermasalahkan disini adalah, judol sudah sangat meresahkan. Semoga sinerginya lebih kuat pak menteri dkk. Saya paham sebegitu sulitnya memberantas judol. Jangankan judol pak, narkoba yang bisa diselundupin lewat perantara manusia aja bisa lolos, apalagi ini yang perantara teknologinya ada diluar negeri. Idenya tadi bagus pak, blokir dan sanksi tegas lembaga keuangan yang memberi akses dan tidak punya upaya untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam melaporkan transaksi keuangan ke rekening judol. (*)

Artikel Terkait