wilwatekta.com

Duta Damai BNPT Jatim, Ahmad Reza Rafsanjani:  Film “Road to Resilience” Sebagai Kampanye Literasi Perdamaian

WILWATEKTA.COM — Komitmen dalam memperkuat narasi perdamaian dan menanggulangi ekstremisme kekerasan kembali ditegaskan melalui kegiatan Bedah Buku “Anak Negeri di Pusaran Konflik Suriah” dan pemutaran film dokumenter “Road to Resilience”, yang digelar di Balai Pemuda Surabaya pada Minggu (11/5/25). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Sinema Kita, sebuah inisiatif kreatif yang diinisiasi oleh Kreasi Prasasti Perdamaian (KPP) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Festival ini bukan sekadar ruang apresiasi karya literasi dan film, melainkan juga menjadi wahana kampanye literasi perdamaian dan kontra-narasi ekstremisme melalui pendekatan 5R: Repatriasi, Rehabilitasi, Relokasi, Reintegrasi, dan Resiliensi. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari implementasi Peta Jalan Komunikasi Strategis Penanggulangan Ekstremisme Kekerasan (KOMSTRA PE), sejalan dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Tahun 2020–2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh pemuda, akademisi, pegiat literasi, komunitas film, hingga perwakilan organisasi kepemudaan. Salah satu tamu kehormatan dalam acara tersebut adalah Ketua Duta Damai BNPT Regional Jawa Timur, Achmad Reza Rafsanjani, yang hadir untuk memberikan dukungan moral serta mengapresiasi inisiatif lintas sektor dalam membangun budaya damai.

Dalam sambutannya, Reza menyampaikan bahwa pendekatan budaya seperti literasi dan film sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian secara lebih emosional dan menyentuh, terutama bagi kalangan muda yang menjadi sasaran utama propaganda kelompok ekstremis.

“Melalui medium buku dan film, kita bisa menyampaikan pesan perdamaian dengan lebih menyentuh dan efektif, terutama kepada generasi muda. Acara ini menjadi ruang refleksi yang penting bagi kita semua, agar tidak abai terhadap isu-isu kemanusiaan yang seringkali terpinggirkan,” ujar Reza.

Buku “Anak Negeri di Pusaran Konflik Suriah” yang dibedah dalam forum ini mengangkat kisah nyata dan refleksi mendalam mengenai warga negara Indonesia yang terjebak dalam konflik bersenjata di Timur Tengah, khususnya di Suriah. Buku ini menjadi pintu masuk untuk memahami kompleksitas persoalan Foreign Terrorist Fighters (FTFs) — WNI yang sempat bergabung dengan kelompok bersenjata asing — serta tantangan dalam proses repatriasi, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial mereka ke tanah air.

Sementara itu, film dokumenter “Road to Resilience” menyuguhkan narasi visual tentang ketangguhan para penyintas, khususnya perempuan dan anak-anak, dalam menghadapi dampak konflik bersenjata. Film ini tidak hanya menyentuh sisi emosional penonton, tetapi juga mengajak audiens untuk berpikir kritis dan empatik terhadap isu-isu kemanusiaan yang menjadi bagian dari realitas global.

Lebih lanjur Reza menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pendekatan humanis dalam menanggulangi ekstremisme kekerasan. Narasi kontra-terorisme yang berbasis keamanan saja tidak cukup, melainkan harus dibarengi dengan pendekatan kultural, edukatif, dan berbasis komunitas.

“Dengan hadirnya Duta Damai BNPT Jawa Timur dalam kegiatan ini, diharapkan pesan-pesan damai semakin meluas dan mampu menjangkau masyarakat di berbagai lapisan. Keterlibatan para pemuda dalam forum-forum semacam ini juga menjadi penanda bahwa generasi muda Indonesia siap mengambil peran aktif dalam menjaga harmoni sosial dan membendung infiltrasi ideologi kekerasan,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang membahas berbagai tantangan dan strategi dalam membangun ketahanan sosial terhadap ekstremisme. Para peserta pun mengapresiasi forum ini sebagai ruang belajar bersama yang membuka wawasan dan memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menjaga kedamaian Indonesia. (*)

Artikel Terkait