wilwatekta.com

Bahan Pokok Mahal, Hasil Panen Rendah: Petani Boleh Gak Marah?

Ilustrasi: Pixabay.com

Ilustrasi: Pixabay.com

Sebenarnya peluang sudah ada di depan mata. Karena bentar lagi, capres dan cawapres terpilih kan punya program makan gratis. Siapa tahu hasil panen dibeli mahal sama pemerintah. Untuk mewujudkan program mulia tersebut. Kalau dibeli loh ya. Moga aja gak import

WILWATEKTA.COM – Problem pertanian di Indonesia seolah tidak menemukan solusi (buntu). Karena setiap musim tanam petani dipusingkan dengan operasioanl yang mahal. Bahkan sampai ngutang bank, sana-sini. Meskipun ada kredit untuk kelompok tani. Namun belum menjamin bahwa tani bebas dari masalah. Justru menumpuk masalah. Karena hasil panen yang murah, belum mampu untuk menutup hutang yang dipinjam dari bank. Seolah seperti mengurai benang yang kusut jika bicara tentang pertanian di Indonesia. Kementerian Pertanian sampai hari ini pun belum mampu membuat kebijakan yang bisa mengcover kesejahteraan petani. Harga panen anjlok, bahan pokok di pasaran meroket. Bikin sesak napas. Hemmm.

Kapan petani Sejahtera? Coba ayo dipikir bareng-bareng.

Klo harga pokok dinaikan. Seharusnya petani selaku penghasil juga diberi harga panen yang sesuai. Tidak jadi bahan mainan tengkulak. Apa kurang menguntungkan kalau memperjuangkan hak petani? Petani itu tiang negara loh! Gak ada petani, semua masyarakat planet bumi mati kelaparan.  

Hari ini warga net rame bahas harga beras naik toh, medium/premium, apalah itu. Semua naik kok. Ada yang 18.000/Kg. Tapi gak papa naik, semoga rezeki kita semua juga di limpahkan mengalir deras sama Alloh, Jangan lupa selalu bersyukur Aamiin. Mereka gak tau kan, klo petani itu makhluk paling Ikhlas sak planet bumi. Mau ditindas kayak apapun, mereka akan tetap tersenyum. Paling cuma bilang, “lek q gak tetep nandur jagung/pari, wong sak dunyo arep mbadok opo?” Hehehe, terselip senyum merekah, meskipun perasaan susah.

Sebenarnya peluang sudah ada di depan mata. Karena bentar lagi, capres dan cawapres terpilih kan punya program makan gratis. Siapa tahu hasil panen dibeli mahal sama pemerintah. Untuk mewujudkan program mulia tersebut. Kalau dibeli loh ya. Moga aja gak import.

Masalah pangan mahal gak papa. Biar masyarakat luas merasakan suka cita, gak ngerasain susahnya perjuangan seorang petani, di naikin dikit pada ngoceh-ngoceh gak jelas. ”Semoga bisa bikin para petani sejahtera.” Seharusnya didoakan gitu.

Busyet deh… Banyak syik, syek, syok akhir-akhir ini dari pemerintah. Gak bisa liat rakyat hidup tenang, sejahtera dan damai. Baru syok sama Tapera, sekarang harga beras naik. Efek menterinya foya-foya sekeluarga, Tidak mengelola pertanian di indonesia dengan baik. Efeknya program swasembada beras “ngimpi” dan jalur distribusi masih dipegang “kartel”.Upah dipotong” bagian sembako bahan bakar naik se enaknya.

Padahal petani menjual dalam bentuk gabah basah. Harusnya, acuannya diharga gabah ditingkat petani. Kalo harga beras yang dinaikkan bisa jadi yang diuntungkan cuma importir beras. Waduhh, indah sekali syurga Wakanda.

Udah lama sekali masyarakat pontang-panting soal harga pangan. Negara subur, petani gak makmur, Masyarakat ikut ancur. Hidup pemerintahan yang menyengsarakan rakyat. Bagaimana pun kebijakannya, coba petani dipikirkan. Jangan sampai malah memperkaya si tengkulak gak Ikhlas dan gak ridho.

Teriak warga Konoha, “terus aja pak terus siksa aja rakyat kecil terusssss. Enakin aja pejabat sampe perawatan wajah sama sunatan cucu nya juga ditanggung rakyat kecil.  Lama-lama gue pindah ke Korea dah, sekalian aja hidup di sana, meskipun biaya hidupnya mahal toh gak ada bedanya sama di Konoha,” wkwkwk.

Mungkin maksudnya subsidi silang kali. Pemerintah kan selalu ngajak gotong royong. Mulia sekali kan cita-citanya.

Stok beras yang melimpah hasil import. Uang dari pajak masyarakat dipakai habis untuk pemilu, sekarang rakyat yang harus menanggung. Sementara penguasa? Joget terus sampai penyok. Petani dianggap barang rongsok. Sehingga tidak perlu diperjuangkan haknya. Klo harga beras naek bisa bikin petani sejahtera ya rapopo. Lah selama ini yang sejahtera siapa?

Harga gak sebanding dengan perjuangan para petani. Belum lagi kalau banyak hama dan gagal panen ya Allah gusti. Angkat derajat para petani-petani indonesia ini Ya Allah Aamiin. Tujuanya pemerintah baik agar kita bisa diet dan hidup sehat mengurangi karbo. Pokok, gas terus lah jangan tanggung-tanggung biar nanti rakyat makan singkong.

Semoga petani panjang umur, tetap setia memproduksi makanan untuk anak bangsa. Meskipun negara tidak cukup peduli terhadap nasibnya. Gak papa, biar pemerintah lebih puas liat rakyatnya menderita. (*)

Artikel Terkait